Hari Ini :

Muhammad Photo Album.Ahlan ila Muhammad Fawwaz El-Afif Site

Saturday, February 14, 2009

Ada Apa Dengan Febuari


Febuary Day

Pejam celik-pejam celik tak sangka bulan January telah berlabuh tirainya.Pelbagi peristiwa di bulan January yang melanda umat islam di Palestine khusunya di Gaza.Alhamdulilah Gaza kembali tenang.Pihak Zionis Yahudi akhirnya akur untuk melakukan genjatan senjata. Akur Diatas kehendak desakan antarabangsa dan suara-suara yang bangkit menentang mereka.Kini Yahudi makin di benci oleh kawan apatah lagi lawan Allahu akbar.yang pasti factor utama mereka menerima genjatan senjata kerana visi dan misi mereka untuk menghancurkan hamas dan melemahkan semangat penduduk gaza akhirnya berlaku sebaliknya.Hamas semakin di kenali bahkan penduduk Gaza Semakin sayang kan Hamas.Dan dunia hari ini mula melihat dan memerhatikan Hamas Sebuah kerajaan yang bukan yang biasa tetapi sebuah kerajaan yang luar biasa.Inilah hikmah Di sebalik ujian,akhirnya dunia mula menerima dan menghormati perjuangan Hamas.Allahu Akbar.

Kesan dari pada Peperangan Israel laknatullah telah mengalami kemelesetan ekonomi yang teruk.bayangkan hanya perang sehari mereka terpaksa menghabiskan hampir 130 juta Us..




Syahidnya mujahid


Febuari mula membuka tirainya.Pada bulan ini juga telah gugurnya seorang mujahid agung ulung,dan sebahagian ulamak mengatakan beliau mujtahid.siapakah beliau???

Pernahkan sahabat-sahabat mendengar As-Syahid hasan Al-Banna,namanya bukan sesuatu yang asing bagi mereka yang belajar di Azhar.Kerana beliau adalah anak kelahiran mesir.dan beliau akhirnya Shahid.Saya tidak mahu mengulas secara detail tentang peribadi beliau.Cuma saya ingin ingatkan bahawa Pada tarikh 12/2 beliau telah Syahid.MOga Kita dapat mengambil iktibar dan pengajarn dari sejarah beliau yang telah membuat manhaj yag sangat baik untyuk di pratikal kan dan di gunakan hampir seluruh dunia.





ADA APA DENGAN SEJARAH VALENTINE’S DAY

T
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.


Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita remaja putra-putri Islam yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya” (Al Isra' : 36).

HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE



Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).
Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah n berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan
“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.

Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”
Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.


Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)


Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.

Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan:
“Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (Al-Hadits).


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini




Di kesempatan yang ada saya ingin mengucapkan Selamat hari lahir buat Suami ku yang tercinta pada 3.2..Semoga bertambah umur bertambah iman dan ketaqwan kepadanya Amin.



Dapatkan Mesej Bergambar di Sini



Tak lupa buat sahabat seperjuangan ku Khadijah Shadullah pada 5.2
Buat ahli bait ku adik Juhairani pada 9.2
Buat Jiran ku Di Mesir Azlina Asyari(Bakal Umi) 10.2
Buat ustazah Ku Masyitah pada 14.2(Valentine days)he3
tarikh lahir ku pada 19.2
Buat sahabatku mazlina Ibrahim dan Kakak long ku pada 22.2


Tak lupa buat sahabat-sahabat yang sama tarikhnya di bulan Febuary

Wednesday, January 28, 2009

Couple pada pandangan Islam(Siri 1)

Couple Pada Pandangan Islam






Assalamualaikum ustaz...saya ingin bertanya kepada ustaz apakah benar couple itu HARAM????saya harap ustaz dapat memberi jawapannya..sekian wassalam
Siti Nur hamizah tingkatan 2 Smk Tun Aminah



Persoalan ni datang nya dari anak murid suami saya.oleh kerana kesibukan ,suami saya meminta saya membantu nya menjawab soalan ini.Couple sangat luas perbahasanya..Saya akan cuba mengupas secara ilmiah hasil dan hasil dari pengkajian.

Bila meningkat umur seseorang remaja lelaki @perempuan perasaan ingin bercouple semakin tinggi.Itu perasaan fitrah yang tidak boleh kita nafikan.Namun tanpa kawalan iman pada nafsu pastinya akan berlaku suatu kerosakan yang lebih besar.Fenomena bercouple pada zaman sekarang semakin rancak tidak sama dengan zaman dulu,(zaman-zaman nenek dan ibu bapa kita dulu)Kalau ikut adat melayu anak dara tak boleh hidup bebas,dan kadang-kadang tidak mengenali bakal suaminya.Bila ibu bapa dah setuju dengan risikan anak-anak perempuan kena ikut setuju,terus lah bertunang,dan bernikah dan selepas berkahwinan lah baru berkenalan dengan si suami.Realiti ini pernah berlaku di suatu zaman sebelum ini.Walaupun kaum wanita mengikut adat zaman itu,majoritinya mereka juga hidup bahagia.Walaupun sebelum itu saling tidak mengenali tanpa bercouple,tanpa berjumpa di luar,dan dating siang dan malam.Dan saya perhatikan terlalu sedikit yang berlaku penceraian..Berbeza dengan zaman Sekarang yang terlalu banyak berlaku penceraian.

Couple pada pandangan barat?

Couple itu sendiri dari perkataan Bahasa Inggeris(dua orang atau benda yg melengkapi satu sama lain.pasangan suami isteri atau dua orang (kekasih) yg akan berkahwin(satu pasang).Sebenarnya dalam islam tiada istilah Couple@berpasang-pasangan sebelum kahwin Ianya timbul di barat.Di Barat couple bukan lah suatu Yang pelik tetapi jelek bagi mereka yang tidak mempunyai pasangan.Pergaulan bebas di antara lelaki dan perempuan perkara yang normal.Di barat Khusunya bila mereka di peringkat menengah mereka telah mula mengenali seks bebas.Mereka membawa kondom kesekolah.Bagi yang tidak pernah mencuba seks di peringkat remaja merupakan mereka yang tidak matang dan boleh di kategorikn mereka yang jumud.Dan kita lihat rata-rata mereka di barat lebih selesa hidup sebagai kekasih daripada berkahwin.Realiti couple ini berlaku dan sedang berlaku bahkan sangat rancak berlaku di kalangan remaja islam khusunya di Malaysia.


Fenomena Couple



Dalam situasi terkini, fenomena pergaulan bebasdan pengabaian terhadap nilai-nilaimurni Islam berlaku pada tahap yang amat membimbangkan.Kebanyakan umat Islam kini tidak lagi menitik beratkan nilai-nilai dan adab-adab sopanyang dianjurkan oleh Islam melalui al-Quran dan sunnahrasul-NYA. Mereka bukan setakatmengabaikannya dan menganggap perkara itutidak penting, bahkan merekamenganggapkannyasebagai satu perkara yang menyusahkan aktivitimereka yang menurutkan nafsu dan perasaansemata-mata itu. Nauzubillah
Marilah kita sama-sama menjauhi perkara yangseumpama itu dan mejauhi hal-hal yang telah
dilarang (haram). Tegakkanlah yang benar dankatakanlah salah kepada yang batil.Janganlah berhujah untuk membenarkan perkara yangtelah terang haramnya di sisi ALLAH.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi ALLAH lah tempat kembali yang baik (Syurga). (Ali Imran: 14)



Wanita

Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata;
Rasulullah SAW bersabda; Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah
wanita yang solehah. (Hadis Riwayat Muslim,NasaI, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi

Berkata Imam Qurthubi: ALLAH SWT memulai dengan wanita kerana kebanyakan manusia
menginginkannya, juga kerana merekamerupakan jerat-jerat syaitan yang menjadi fitnah
bagi kaum lelaki,

sebagaimana sabda RasulullahSAW;
Tiadalah aku tinggalkan setelahku selain fitnah yang lebih berbahaya bagi lelaki daripada
wanita. (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Maja

Wanita yang terbaik hanya untuk lelaki yang terbaik

ETIKA PERGAULAN DAN BATAS PERGAULAN DI ANTARA LELAKI DAN WANITA MENURUT ISLAM.

1. Menundukkan pandangan:
ALLAH memerintahkan kaum lelaki untukmenundukkan pandangannya, sebagaimana
firman-NYA; Katakanlah kepada laki-laki yangberiman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.(an-Nuur: 30)

Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepadakaum wanita beriman, ALLAH berfirman; (Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.)(an-Nuur: 31)

2. .Menutup Aurat;
ALLAH berfirman dan jangan lah mereka mennampakkan perhiasannya, kecuali yangbiasanampak daripadanya. Dan hendaklah merekamelabuhkan kain tudung ke dadanya.(an-Nuur: 31)

Juga Firman-NYA; Hai nabi, katakanlah kepada
isteri-isterimu, anak-anak perempuanmudan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudahdikenali, kerana itu mereka tidak
diganggu. DanALLAH adalah Maha Pengampun lagi MahaPenyayang. (an-Nuur: 59).

Perintah menutup aurat juga berlaku bagi
semuajenis. Dari Abu Daud Said al-Khudri r.a.berkata:Rasulullah SAW bersabda: (Janganlah seseoranglelaki memandang aurat lelaki, begitujuga denganwanita jangan melihat aurat wanita.)

3.Adanya pembatas antara lelakdengan wanita;Kalau ada sebuah keperluan terhadap kaumyangberbeza jenis, harus disampaikan daribalik tabirpembatas.Sebagaimana firman-NYA; Dan apabila kalianmeminta sesuatu kepada mereka (para wanita)
maka mintalah dari balik hijab.(al-Ahzaab: 53)

4.Tidak berdua-duaan Di Antara LelakiDan Perempuan;Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Saya mendengarRasulullah SAW bersabda: Janganlahseoranglelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanitakecuali bersamamahramnya. (Hadis RiwayatBukhari & Muslim)
Dari Jabir bin Samurah berkata;Rasulullah SAWbersabda: Janganlah salah seorang dari
kalianberdua-duan dengan seorang wanita, keranasyaitan akan menjadi ketiganya. (Hadis
RiwayatAhmad & Tirmidzi dengan sanad yang sahih)

5.Tidak Melunakkan Ucapan
(Percakapan):
Seorang wanita dilarang melunakkan ucapannyaketika berbicara selain kepada suaminya.

Firman
ALLAH SWT; Hai isteri-isteri Nabi, kamu
sekaliantidaklah seperti wanita yang lain, jika kamubertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalamberbicara (berkata-kata yang menggoda)
sehinggaberkeinginan orang yang ada penyakit didalamhatinya tetapi ucapkanlah
perkataan-perkataanyang baik. (al-Ahzaab: 32)

Berkata Imam Ibnu Kathir; Ini adalahbeberapaetika yang diperintahkan oleh ALLAHkepada para Rasulullah SAW serta kepada parawanitamukminah lainnya, iaitu hendaklah dia kalauberbicara dengan orang lain tanpa suara
merdu,dalam pengertian janganlah seorang wanitaberbicara dengan orang lain sebagaimana diaberbicara dengan suaminya. (Tafsir IbnuKathir3/350)

6.Tidak Menyentuh Kaum Berlawanan
Jenis;Dari Maqil bin Yasar r.a. berkata;Seandainyakepala seseorang ditusuk dengan jarum
besi itumasih lebih baik daripada menyentuh kaumwanitayang tidak halal baginnya
(Hadis HasanRiwayatThabrani dalam Mujam Kabir)

Berkata Syaikh al-Abani Rahimahullah; Dalam
hadis ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halalbaginya. (Ash-Shohihah 1/44 Rasulullah SAWtidak pernah menyentuh wanita meskipun dalamsaat-saat penting seperti membaiat dan lain-lainnya. Dari Aishah berkata; Demi ALLAH,tangan Rasulullah tidak pernah menyentuhtanganwanita sama sekali meskipun saat membaiat. (Hadis Riwayat Bukhari)

Inilah sebahagian etika pergaulan lelaki
dan wanitaselain mahram, yang mana apabila seseorangmelanggar semuanya atau sbahagiannya sajaakan menjadi dosa zina baginya

sabda Rasulullah SAW; Dari Abu Hurairahr.a. dariRasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya
ALLAH menetapkan untuk anak adam bahagiannyadari zina, yang pasti akan mengenainya.Zina matadengan memandang, zina lisan denganberbicara,sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan-angan, lalu farji yang akan membenarkan ataumendustakan semuanya. (HadisRiwayat
Bukhari,Muslim & Abu Daud)

Padahal ALLAH SWT telah melarang perbuatanzina dan segala sesuatu yang boleh mendekatikepada perbuatan zina. Sebagaimana Firman-
NYA; Dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji dan jalan yang buruk.(al-Isra: 32)

Hukum Bercouple

SETELAH memerhatikan ayat dan hadistadi, makatidak diragukan lagi bahawa bercoupl itu haram,
kerana beberapa sebab berikut:
1. Orang yang bercouple tidak mungkinmenundukkan pandangannya terhadap
kekasihnya.

2.Orang yang bercouple tidak akanboleh menjaga hijab.

3.Orang yang bercouple biasanyasering berdua-duaan dengan pasangan
kekasihnya, baik di dalam rumah atau diluar rumah.

4.Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya.

5.Bercouple identik dengan salingmenyentuh antara lelaki dan wanita,meskipun itu hanya berjabat tangan.

6.Orang yang bercouple, bolehdipastikan selalu membayangkan orang yang
dicintainya.Dalam kamus bercouple, hal-hal tersebut
adalah lumrah dilakukan, padahal satu hal sajacukup untuk mengharamkannya, lalu apatah lagikesemuanya atau yang lain-lainnya lagi?

Fatwa Ulama
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin ditanyatentang hubungan cinta sebelum nikah.
Jawab beliau; Jika hubungan itu sebelum nikah,baik sudah lamaran atau belum, maka hukumnya
adalah haram, kerana tidak bolehseseorang untuk bersenang-senang dengan wanita asing (bukanmahramnya) baik melalui ucapan, memandang,atau berdua-duaan. Sebagaimana

Rasulullah SAWbersanda: Janganlah seorang lelaki bedua-duaandengan seorang wanita kecuali ada bersama-sama mahramnya, dan janganlah seseorangwanita berpergian kecuali bersama mahramnya.

Syaikh Abdullah bin abdur Rahman al-Jibrinditanya; Jika ada seseorang lelaki yang bercouple dengan seorang wanita yangbukan mahramnya, yang pada akhirnya mereka
saling mencintai, apakah perbuatan ituharam?Jawab beliau; Perbuatan itu tidak diperbolehkan,kerana boleh menimbulkan syahwat di antarakeduanya, serta mendorongnya untukbertemu danberhubungan, yang mana koresponden semacamitu banyak menimbulkan fitnah dan menanamkan dalam hati seseorang untuk mencintaipenzinaanyang akan menjerumuskan seseorang padaperbuatan yang keji, maka dinasihati kepada setiaporang yang menginginkan kebaikan bagi dirinyauntuk menghindari surat-suratan, pembicaraanmelalui telefon, serta perbuatansemacamnya demimenjaga agama dan kehormatan dirinya.

Syaikh Jibrin juga ditanya; Apa hukumnyakalauada seorang pemuda yang belum menikah
menelefon gadis yang juga belum menikah?Jawab beliau; Tidak boleh berbicara dengan
wanita asing (bukan mahram) denganpembicaraan yang boleh menimbulkan syahwat,
seperti rayuan, atau mendayukan suara (baikmelalui telefon atau lainnya).

Sebagaimana firman
ALLAH SWT; Dan janganlah kalian melembutkansuara, sehingga berkeinginan orang-orang
yangberpenyakit di dalam hatinya.(al-Ahzaab: 32).

Adapun kalau pembicaraan itu untuk sebuahkeperluan, maka hal itu tidak mengapaapabila
selamat daripada fitnah, akan tetapi hanya sekadar keperluan.

Syubhat Dan Jawapan Yang Sebenarnya

Keharaman bercouple lebih jelas darimatahari disiang hari. Namun begitu masih ada yangberusaha menolaknya walaupun dengandalil yang sangat rapuh, antaranya:
Tidak Boleh dikatakan semua carabercouple itu haram, kerana mungkin ada orang yangbercouplemengikut landasan Islam, tanpa melanggarsyariat

Jawabnya: Istilah bercouple berlandaskanIslam
itu Cuma ada dalam khayalan, dan tidakpernah
ada wujudnya. Anggap sajalah mereka bolehmenghindari khalwat, menyentuh serta menutupaurat. Tetapi tetap tidak akan bolehmenghindari dari saling memandang, atau saling
membayangkan kekasihnya dari masa ke semasa.Yang mana hal itu jelas haramberdasarkan dalilyang kukuh.
Biasanya sebelum memasuki alam perkahwinan,perlu untuk mengenal terlebih dahulu calon
pasangan hidupnya, fizikal, karaktor,yang manahal itu tidak akan boleh dilakukan tanpa
bercouple,kerana bagaimanapun juga kegagalan sebelummenikah akan jauh lebih ringan daripadakalauterjadi setelah menikah.
Jawabnya: Memang, mengenal fizikal dankaraktorcalon isteri mahupun suami merupakan
satu halyang diperlukan sebelum memasuki alampernikahan, agar tidak ada penyesalan dikemudianhari. Namun, tujuan ini tidak bolehdigunakan untukmenghalalkan sesuatu yang telahsediaharamnya.
Ditambah lagi, bahawa orang yang sedangjatuhcinta akan berusaha bertanyakan segala
yang baikdengan menutupi kekurangannya di hadapankekasihnya. Juga orang yang sedang jatuhcintaakan menjadi buta dan tuli terhadapperbuatankekasihnya, sehingga akan melihat semua yangdilakukannya adalah kebaikan tanpa cacat.Sebagaimana diriwayatkan dari Abu
Darda; Cintamu pada sesuatu membuatmu butadan tuli.



Sheikh Atiyyah Saqr iaitu bekas Pengerusi JAwatankuasa Fatwa Mesir di dalam kitabnya Seen wal Jeem lil mar’atil muslimah ada ditanyakan soalan seumpama ini. Beliau menjawab bhw bercinta itu tidak salah. Yg menjadi kesalahan adalah perlakuan kesan drpd bercinta itu. Ini krn cinta itu mempunai satu ‘kuasa’ yg tersendiri. Jika tidka dikawal, maka ia boleh membawa mudharat yg besar. Namun, jika ia dikawal oleh batasan syara’, maka tidak mengapa utk bercinta. Krn Allah telah menganugerahkan hambanya perasaan cinta.

Perlu diingat bahawa Islam bukan mengharamkan secara total perkara yang dinyatakan di atas. Islam tidak menghalang perbuatan tersebut, tetapi meletakkan beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi. Sekiranya kita gagal mengikut syarat-syarat tersebut, maka status perbuatan tersebut menjadi HARAM serta menjauhkan diri pelaku daripada kasih sayang dan cinta Allah. (Rujuk kitab al-Halal wal Haram
Fil Islam, Dr. Yusuf Al-Qardhawi)

Insyallah Kita akan perbahaskan ketika mana pasangan lelaki dan Wanita di haruskan untuk berjumpa pada pandangan islam. Pada posting yang akan datang
Cinta itu Fitrah,jangan sampai ia menjadi fitnah terhadap masyarakat dan yang paling besar fitnah terhadap agama,Nauzubillah.